Bedah 10 E-Commerce Paling Hits di Indonesia Tahun 2020

ecom3

Tentu saat ini kita tidak asing lagi dengan perdagangan elektronik atau biasa dikenal dengan e-commerce. Sektor industri ini terus berkembang tiap tahunnya seiring dengan berkembangnya digitalisasi.

Di Indonesia, pasar e-commerce diproyeksikan melonjak delapan kali lipat dari tahun 2017 hingga tahun 2022. Sementara itu, total belanja electronic tail juga mengalami peningkatan dari US$5 miliar menjadi US$425 miliar. Dengan begitu, hampir dipastikan ekonomi digital dapat menjadi salah satu pilar utama perekonomian Indonesia di masa depan.

Dari gambaran tersebut, tidak salah jika banyak pebisnis dan investor yang tertarik dengan industri satu ini. Jangan kaget jika banyak konglomerat yang tidak lagi ragu menyuntikkan dana segar kepada perusahaan-perusahaan tersebut atau bahkan mendirikan perusahaan e-commerce-nya sendiri.

Lantas apa saja perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia? Lalu siapa sajakah orang dibalik perusahaan-perusahaan tersebut? Berikut daftar 10 perusahaan e-commerce berdasarkan data yang berhasil dihimpun TrenAsia.com per Agustus 2020.

1. Shopee

Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2015. Sejak saat itu perusahaan yang didirikan oleh Chris Feng ini memperluas jangkauannya ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, menurut situs iPrice, rata-rata pengunjung aplikasi Shopee mencapai 93 juta lebih pengguna. Hal ini sekaligus menjadikannya platform e-commerce yang paling sering dikunjungi masyarakat Indonesia.

Perusahaan induk Shopee adalah Sea Group. Sedangkan, perusahaan raksasa asal Cina, Tencent menjadi pemegang saham utama Sea Group dengan nilai 39,7%. Sementara perusahaan pendana, Blue Dolphins Venture memegang 15% kepemilikan saham Shopee.

Pendiri Sea Group, Forrest Li juga tertarik membeli saham Shopee dengan valuasi 20%. Chief Operating Officer Sea Group, Gang Ye juga turut memegang 10% saham Shopee.

2. Tokopedia

E-commerce satu ini merupakan karya anak bangsa, yaitu William Tanuwijaya. Perusahaan ini menduduki posisi kedua sebagai e-commerce yang paling banyak dikungjungi dengan rata-rata 86 juta pengunjung tiap bulannya versi laman iPrice per kuartal II-2020.

Pada 2018 lalu, stuktur kepemilikan saham Tokopedia sempat bocor ke publik. Dari informasi tersebut, menyebutkan bahwa pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya hanya menguasai sekitar 5,6% saham di perusahaannya sendiri.

Pemegang saham utama Tokopedia adalah Softbank dengan hampir nilai valuasi hampir 40%. Selain itu, kepemilikan Alibaba di perusahaan satu ini mencapai 25%. Sedangkan, Co-Founder dan Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison hanya memiliki 2,3% saham.

Selain itu, pemegang saham besar lainnya ada Radiant Pioneer Limited dan Radiant Trinity Limited. Perusahaan venture capital asal India Sequoia juga diketahui memiliki bagian saham perusahaan tersebut.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *